Waktu yang Tepat + Menunggu = Pertemuan





Kau tahu, 

Aku benci menunggu, 

Tapi untuk kau,
Aku bersahabat dengan waktu.



Aku tak pernah tau kapan waktu yang tepat itu datang, kecuali aku mendatangimu dan mengubah kedatangan waktu yang "tepat" itu. Sampai pada akhirnya aku menyadari banyak orang datang ke dalam diriku dalam waktu yang tidak tepat atau aku terlalu sibuk menunggu waktu yang tepat itu. 

Berbicara mengenai waktu merupakan satu hal yang rumit. Waktu itu sulit ditebak. Kita tidak bisa bermain dengan waktu. Tidak bisa meminta waktu untuk berjalan cepat, apalagi berjalan lambat. Waktu menyimpan seluruh jawaban akan satu hal yang tidak pasti, namun aku selalu menunggu waktu untuk menjawab segala hal yang tidak pasti itu. Detik demi detik. Menit demi menit. Jam demi jam. Hingga pada akhirnya tahun demi tahun. Waktu yang tepat itu tidak datang. 

Pada ahirnya tanggal 24 September 2016, aku merasa waktu yang tepat itu datang. Atau ini hanyalah perasaan ku saja ? Pertemuan dengan seseorang yang kudambakan selama 11 tahun itu terjadi. Kejutan akan seseorang yang aku tidak pernah tau kapan dia datang dan dihadirkan untuk ku. Saat waktu yang tepat itu terjadi, aku merasa bahwa aku tidak pernah melakukan apapun saat menunggu waktu yang tepat itu datang. Sampai pada akhirnya seseorang yang aku dampakan selama 11 tahun itu datang kembali. Di waktu yang tepat.  

Pernikahan, menjadi salah satu momen yang tepat untuk pertemuan. Sama seperti 6 tahun lalu, pertemuan terakhir sebelum hari itu. Aku tidak pernah tau kapan seseorang itu datang. Dan pada saat dia datang berdiri di depan ku, aku merasa waktu seakan berhenti sejenak. Tuhan seakan membiarkan ku melepas rindu pada seseorang yang sangat ku dampakan kehadirannya. 

Dia tidak berubah, masih sama seperti yang dulu. Waktu tidak merubahnya. Waktu membiarkannya menjadi seseorang yang sama. Sama seperti dulu. Masih tampak terlihat lucu, manis, dan menyenangkan. Waktu seakan memilih untuk menjaga dia untuk tidak berubah. Aneh memang, tapi menyenangkan. 

Kehadirannya kala itu benar-benar menjawab segala pertanyaan di benak. Dia membuat ku yakin akan sesuatu hal yang aku sendiri tidak mengerti kebenarannya. Dia datang seakan membuatku percaya akan kekuatan waktu. Dia seakan menginginkanku untuk tetap percaya pada waktu. Waktu yang akan mempertemukan kami di keadaan selanjutnya. Waktu yang akan menjadikan segalanya menjadi seperti apa yang ku ingini. 

Melalui waktu dan penantian, aku yakin Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang indah untuk hidupku. Melalu orang itu, aku yakin Tuhan memberikan secarik pesan untuk disampaikan. Pesan yang mengantarkan ku untk lebih memahami tentang hidup. Pesan yang berujung kebahagiaan.  

Sembari menunggu waktu yang tepat itu datang kembali, aku melangkah mempersiapkan pertemuan selanjutnya dengan penuh kebahagiaan. Aku yakin saat waktu yang tepat itu datang, kebahagiaan lah yang akan di dapat. 

"Kalau kau percaya takdir, aminkan dalam hati, kita bertemu suatu hari nanti." Terimakasih waktu telah mempertemukan. Semoga  pertemuan selanjutnya berujung selamanya ~

Dan disini, aku masih tetap menunggu dengan percaya, untuk waktu, untuk pertemuan, untuk kita. 

Teruntuk Aku yang Sedang Belajar

"So teach us something worth knowing,
Bring us back what we've forgot,
Just do your best, we'll do the rest,
And learn until our brains all rot..."


― Harry Potter and the Sorcerer's Stone

Belajar dari hidup. Belajar dari orang lain. Belajar dari pengalaman. Belajar dari diri sendiri. Itulah beberapa hal yang sangat susah untuk aku lakukan dalam beberapa tahun terakhir perjalanan hidupku. Mengapa susah ? Padahal aku hanya diinginkan untuk "belajar".

Belajar itu susah. Iya, susah karena harus masuk ke dalam suatu hal yang tak pernah aku tahu sebelumnya, kemudian harus memahaminya, lalu menerimanya. Rasa malas untuk belajar sering menghantui kehidupan ku. Rasa itu dinamakan "terbiasa". Ya, semua yang aku lakukan adalah suatu hal yang sering, sehingga membuatku malas untuk heran akan sesuatu atau belajar dari sesuatu yang baru. Ibarat sebuah pertunjukan sulap, aku adalah bagian kecil yang berada di dalam bulu-bulu halus seekor kelinci yang keluar dari topi pesulap. Aku seakan telah nyaman dengan kehangatan yang ada di dalam bulu-bulu halus kelinci kecil tersebut. Aku seakan malas memanjat bulu-bulu tersebut untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di luarnya. Apa yang aku lakukan seolah-olah karena aku telah terbiasa dengan semuanya. Aku malas untuk melakukan segala sesuatu yang tidak pernah aku coba sebelumnya. Malas untuk melakukan segala hal yang aku tidak biasa. Hal ini menyebabkan aku selalu berpikir bahwa semua hal yang dilakukan oleh orang-orang disekitar ku adalah hasil dari "terbiasa" yang berujung "maklum". 

Berawal dari "terbiasa", mulailah muncul pertanyaan "jika semua muncul karena terbiasa, siapakah aku ini ? apakah aku akan sama dengan orang-orang yang selalu melakukan hal karena terbiasa? Jika ya, mengapa aku disini ? untuk apa ?" 

Pertanyaan yang selalu muncul menggelitik pikiran di tengah malam. Pertanyaan "siapakah aku ini" bukan sekedar pertanyaan yang dapat dijawab hanya dengan mengucapkan sebuah nama yang diberikan orang tua kita atau siapapun pada saat kita lahir. Pertanyaan "mengapa aku disini" bukan sekedar  pertanyaan yang dapat dijawab hanya dengan me'dikte' aktivitas sehari-hari. Kedua pertanyaan tersebut sangat susah  untuk aku jawab pada saat ini. 

Namun, berawal dari kedua pertanyaan tersebut aku belajar untuk memahami hidup. Ya, di dalam diri manusia aku percaya terdapat dua kepribadian, "light and dark side". Aku memahami dua kepribadian itu secara positif. Tak selamanya light side membawamu ke dalam kehidupan yang "positif". Tak selamanya light side menjadi sesuatu yang me"malaikat"kan mu. Terkadang light side bisa menjadikanmu sebagai bahan pergunjingan. Terlihat terlalu baik terkadang akan menjadikan orang lain memandang negatif kepribadian kita. Begitu pula pada dark side kepribadian manusia. Tak selamanya dark side dipandang sebagai sesuatu yang negatif yang terdapat dalam diri manusia. Terkadang kita sebagai manusia harus menggunakan dark side kita dalam situasi tertentu untuk mengungkap suatu hal yang menyangkut kehidupan orang banyak. Menurutku licik untuk sesuatu yang positif adalah hal yang wajar asal tidak merugikan orang lain. 

Belajar itu susah. Sangat susah. Belajar itu susah tetapi tidak membuang waktu. Waktu tetap sama. Hanya hal di dalamnya saja yang berbeda. Mengapa berbeda ? Karena belajar. Waktu akan berputar terus menerus tanpa henti. Waktu itu sama dari hari ke hari. Belajar membuat waktu itu seakan memiliki perubahan dari waktu ke waktu. Belajar itu absurd. Belajar itu susah. Apalagi belajar memahami orang lain. Belajar memahami diri sendiri saja susah. 

Namun jawaban dari "siapakah aku ini" dan "untuk apa aku disini" hanya dapat dijawab dengan "belajar".
Belajar untuk mencari tahu siapa aku sebenarnya dan belajar untuk mengerti tujuan keberadaan ku di sini, di dunia ini. 
Aku hanya bisa mencari tahu siapa aku ini dan untuk apa aku disini hanya dengan belajar. 

Entahlah. Aku tidak mengerti definisi belajar itu apa.

Setidaknya aku sedang belajar.

Belajar memahami aku.

Belajar memahami kamu.

Belajar memahami waktu.

Belajar memahami arti belajar ini.

Sang Pemilik Kunci Hati, Pengubah Sudut Pandang Gila


“If pain must come, may it come quickly. Because I have a life to live, and I need to live it in the best way possible. If he has to make a choice, may he make it now. Then I will either wait for him or forget him.” 


Kata yang tepat untuk sebuah penantian yang tak kunjung berakhir. Untuk pertemuan yang didambakan selama 11 tahun yang tak kunjung datang. Pertemuan yang akan menentukan maju mundurnya suatu penantian.  Aneh memang. Tak masuk akal. Tapi nyata. 

Menunggu seseorang yang tidak pasti adalah melelahkan. Menunggu seseorang yang sangat "jauh" itu bodoh. Dan semua hal itu aku lakukan selama 11 tahun ini. GILA.

Ya, aku memang memiliki sudut pandang "gila" mengenai penantian. Aku berpikir bahwa kesabaran akan penantian  membuahkan hasil yang sesuai dengan lamanya penantian yang aku jalani. Ternyata itu semua salah. Hal tersebut hanya akan menjadikan ku jauh dari sesuatu yang sebenarnya dapat ku miliki. Aku menemukan dua jawaban akan sebuah penantian yaitu penantian akan berujung pernikahan dan penantian berujung move on.  Tidak selamanya penantian berbuah manis, namun penantian mengajarkan ku arti dari kesetiaan.

Selama menunggu seseorang yang ku nanti selama 11 tahun, rindu itu selalu mengisi hati dan pikiran ku. Tetapi aku berpikir sejenak. Rindu ? Apakah aku merindukan orang yang sudah ku tunggu selama 11 tahun itu ? Atau aku hanya merindukan kenangan klasik masa kecil yang pernah kami jalani bersama ? Sepertinya aku hanya merindukan kenangan nya, bukan dia yang kutunggu itu. 

Tanpa sadar, selama dalam penantian menanti yang tidak pasti, banyak orang yang datang silih berganti bermaksud mengisi ruang hati yang kosong. Namun, semua tak ada yang berhasil karena pintu hati belum terketuk dan masih terkunci. Alhasil, kesepian sering sekali hadir dan hati terasa kosong. Aku akui, susah sekali membuka pintu hati untuk seseorang. Hal ini dikarenakan aku masih suka membanding-bandingkan semua orang yang datang dalam hidupku dengan orang yang ku tunggu 11 tahun lamanya. Hingga saat ini aku ter-sadar bahwa tidak ada orang yang ingin dibanding-bandingkan   satu dengan yang lain. Semua orang berbeda dan memiliki ciri khas masing-masing. Dan satu hal yang terpenting adalah tidak ada yang sempurna. Dan, aku pun mulai membuka pintu hati yang masih terkunci secara perlahan.

Dia......

Dia, teman yang selalu ada dalam hidupku. Seorang teman yang tidak pernah aku duga akan membuatku tak menentu seperti ini. Seorang teman yang selalu datang membawa cerita baru. Seorang teman yang selalu memberikan perhatian melebihi "teman" pada wajarnya. Seorang teman yang selalu mengerti segala suasana hati yang sedang kurasakan. Dan seorang teman yang datang saat aku mulai membuka hati. Aneh rasanya. Teman yang  tak pernah kubayangkan sebelumnya, datang mengetuk pintu hati yang telah lama sepi pengunjung. Saat aku lelah mencari kepastian akan penantian. Ia datang dengan segala sesuatu yang sederhana. Senyumnya yang tulus, tingkahnya yang lucu menyenangkan hatiku yang lama tak menentu. Rasa sepi yang telah sekian lama menyelimuti ruang hati perlahan sirna semenjak kehadirannya. Memang hidup se-lucu ini. 

Dia yang selalu membuatku terpana saat ia berbicara akan teori-teori bodoh yang ia miliki dalam hidupnya tetapi benar adanya. Dia yang selalu mengerti bagaimana caranya menghibur seseorang setiap saat. Dia yang berbeda dari setiap orang yang pernah aku temui sebelumnya. Ya, dia berbeda. Sangat berbeda. 

Ia membuka pintu hati ini dengan statement-statement bodoh yang menjadikannya terlihat sangatlah bodoh. "bodoh bukan berarti salah", katanya. Ya, ku akui bahwa statement bodohnya selalu menjadikan ku berpikir bahwa hal itu benar adanya. 

Dia yang selalu bisa membuat ku tampil secara sederhana. Dia yang selalu bisa membuat ku lebih santai dalam menghadapi segala situasi kondisi. Dia yang dapat menerima apa adanya. Dia yang selalu ada saat kapan pun. Dia yang memegang kunci hati ini. 

Disaat ku sudah lelah mencari. Disaat hati ini tlah terkunci, kau datang membawa seberkas harapan. Engkau yang memiliki kunci hatiku. Dan ku akui hanyalah dirimu yang bisa merubah segala sudut pandang gila. Yang kurasakan tentang cintaYang selama ini menutup pintu hatiku yang kini tlah kau buka. 

Terimakasih,  sang pemilik kunci. 





Teruntuk Kamu, yang Kutunggu 11 Tahun Lamanya





Menunggu. Bagi sebagian orang kata itu memiliki makna yang membosankan. Ya, menunggu itu membosankan. Apalagi jika menunggu sesuatu yang tidak pasti. Hal tersebut akan menjadi sangat amat membosankan. Jika menunggu hanya dalam hitungan menit hingga jam pasti rasa bosan tersebut tidak terlalu terasa, namun bagaimana jika menunggu selama 11 tahun ? Bodoh.

Aku adalah orang yang bodoh. Menunggu seseorang selama 11 tahun. Tanpa kepastian. Hanya bermodal harapan. Harapan yang berawal dari sebuah kisah klasik masa kecil. Harapan yang belum tentu menjadi kenyataan. Tapi, aku selalu berharap bahwa harapan tersebut akan menjadi kenyataan. tak tahu kapan, dan bagaimana caranya.

Sedikit cerita, hal bodoh ini terjadi saat aku duduk di bangku sekolah dasar tepatnya kelas 4. Aneh, lucu, dan tak lazim jika pada masa sekolah dasar sudah bisa merasakan perasaan yang seharusnya dirasakan oleh orang dewasa pada umumnya. Tetapi perasaan itu nyata. Berawal dari suka latihan nyanyi bersama, kegiatan gereja bersama, hingga semua yang kami kerjakan selalu bersama. Seorang kakak kelas yang lebih tua satu tahun diatas ku. Gak ganteng, Gak ada menarik-menariknya. Dia hanyalah seorang yang memakai kacamata bertali, culun, terlihat seperti anak mami, dan mirip dengan salah satu tokoh dalam serial kartun Doraemon yaitu Nobita. Nobi, ya itu panggilan kesayanganku padanya. 

Pada masa sekolah dasar aku dan Nobi sering  bersama, terlebih dalam kegiatan gereja. Hal ini terjadi karena kedua orang tua kami juga aktif dalam kegiatan menggereja. Kebersamaan kami ini sebenarnya hanya sebatas kebersamaan seperti anak SD pada dasarnya. Bermain, Bercanda, dan Berkegiatan bersama. Tak ada yang spesial. Namun, dari ketidakspesialan pertemanan kami itulah yang membuatnya spesial. Hal sederhana masa sekolah dasar yang bisa membuat ku jatuh hati. 

Paskah merupakan momen yang sangat aku tunggu. Mengapa ? Karena setiap paskah aku melihat dia selalu menari bersama kelompoknya untuk menghibur dalam perayaan paskah. Dengan Handycam Sony pada masa itu, aku tak pernah luput untuk merekam penampilannya. Selain momen paskah, ulang tahun ku merupakan momen yang selalu aku tunggu. Pada ulang tahun ke 8, Nobi memberikanku sebuah handuk berwarna orange yang masih kusimpan sampai pada hari ini. Penampilan nobi, selalu membuatku merasa bahwa "dia berbeda dari yang lain". Nobi sangat suka menggunakan kaos bergambar kartun yang menjadikan ku sampai pada saat ini sangat menyukai kaos bergambar kartun.

Sampai pada akhirnya, semua kesukaan ku tentang dia berubah ketika Nobi harus pindah untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang menengah pertama. Sedih. Perasaan yang dapat aku ungkapkan. 
Kami lost contact. Aku benar-benar merasa kehilangan seseorang yang selalu mengisi hari-hari ku di sekolah, di gereja, dan dimana pun. Rasanya hampa. 

2 tahun berlalu, tepatnya pada pernikahan saudara di Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran kami kembali dipertemukan. Pertemuan yang tak sengaja dilakukan. Pertemuan yang mengejutkan. Tapi, dalam setiap pertemuan pasti memiliki makna.  Dia bertanya "apa kabar ?" Salah tingkah. Ya, jantungku berdebar sangat cepat. Seakan ia yang lama menghilang kini kembali. Ternyata perasaan itu masih ada. 

Mulai dari pertemuan itu, banyak hal terjadi. Aku mendapat kontaknya. Aku mendapat media sosialnya. Kami sempat berhubungan via sms namun tak bertahan lama. Pada saat bbm menjadi salah satu hal yang cukup "tenar" saat itu, aku mencoba mencari tahu pin-nya untuk hanya sekedar ingin mengetahui kabarnya. Akhirnya aku mendapatkan pin nya. Hingga Dia memiliki lima pin yang disebabkan hp nya hilang dan alasan lainnya, membuat ku juga memiliki lima pin nya. Selain hal tersebut, aku juga kerap merasakan sesuatu hal yang berhubungan dengannya. Contohnya pada saat dia sakit, aku merasakan sesuatu yang mengganjal dalam hati. Aneh memang tapi ini sungguh terjadi. Pada saat ia melakukan ujian nasional SMA dan ujian SNMPT, SBMPTN sampai pada akhirnya menunggu hasilnya aku serasa ikut masuk ke dalam perasaannya. Serta pada saat aku mengetahui bahwa ia tidak diterima ke dalam universitas yang ia inginkan melalui segala jalur.
Diluar dari semua kejadian mengenai aku dan dia yang aku inginkan semenjak pertemuan di Ganjuran adalah Pertemuan kembali. ya. aku sangat menginginkan pertemuan itu kembali. 

Pertemuan itu hampir kembali, saat kakeknya meninggal aku datang untuk melayat namun dia tak ada. Saat ada pernikahan di Jakarta, sekeluarga ku bertemu dengannya, kecuali aku. Sedih. Memang. Tapi aku bisa apa ? 

Tuhan seakan menguji kesabaran ku untuk menunggu seseorang yang selama ini menjadi semangat dan inspirasiku. Nobi adalah inspirasiku, apapun yang aku lakukan selalu dia yang menjadi semangat ku dalam melakukan berbagai hal. Dia selalu ada dalam setiap keberhasilanku. Dalam setiap keterpurukan ku. Aneh ? iya memang aneh, tapi ini nyata. 

Untuk kamu yang kutunggu selama 11 tahun, terimakasih. Terimakasih karena telah ada dan singgah dalam hatiku untuk memberiku sebuah inspirasi dalam berkarya. Terimakasih telah menjadi patokan dalam setiap hal yang aku lakukan. Terimakasih telah memberikan warna dalam hariku. Terimakasih atas segalanya. Walaupun kau tak pernah mengetahui nya. 

Aku hanya menginginkan pertemuan. Walau hanya sebentar, tapi aku sangat menginginkannya. Apakah aku terlalu berharap ? Ya. Aku terlalu berharap. Berharap pertemuan itu akan terjadi. Tapi, aku juga berharap agar harapan ku akan pertemuan itu tidak mengkhianati penantian ku selama ini. Walaupun aku mengetahui untuk saat ini kami belum memiliki waktu yang tepat untuk saling bertemu. Tapi Aku yakin, suatu hari pertemuan itu akan terjadi. Pertemuan berujung selamanya. 


Mendung, Belum Berarti Hujan !


Mendung, orang akan sealu menganggap mendung adalah pertanda akan turunnya hujan. Semakin gelapnya langit akan semakin deras hujan yang turun. Banyak orang juga sering mengibaratkan mendung sebagai suasana hati yang galau, gloomy, unmood. Dan akibat dari hati yang mendung adalah turunnya hujan air mata. Semua orang pasti pernah merasakan mendung.

Banyak faktor yang bisa membuat hati mendung, seperti putus cinta ataupun ditolak oleh seseorang yang kita cinta. Setiap orang pasti pernah mengalami hal ini. Dan biasanya setelah mengalami hal ini, mendung yang dialami seakan berangsur lama melebihi musim hujan yang biasanya terjadi. Hujan yang diturunkan biasanya keluar dari batas wajar. Tapi hal tersebut dapat dikatakan sebagai hal yang wajar, 

Faktor kedua yang membuat hati mendung adalah ketika tidak diterima di sekolah atau perguruan tinggi atau tempat-tempat yang diingini untuk mendapatkan suatu ilmu. Hal ini juga wajar dialami oleh banyak orang. Bahkan orang-orang berkemampuan berlebih  dan memiliki keberuntungan tinggi pun pernah merasakan hal ini. 

Faktor ketiga yang membuat hati mendung adalah menjadi bahan bully di kalangan pertemanan. Akan berbeda rasanya jika yang menjadi bahan bully itu menganggap semuanya sebagai lelucon, dengan yang menganggap hal tersebut menjadi sesuatu yang serius. Sebagai seorang yang di bully di kalangan pertemanannya, hatinya akan selalu mendung karena mengetahui banyak orang yang seakan tidak menginginkan kehadirannya dalam kelompok tersebut, selain itu orang yang di bully akan selalu merasakan tidak adanya keberpihakan kepada dirinya yang menyebabkan turunnya hujan dalam dirinya, entah hujan itu berupa hujan amarah atau akan bertambah dengan petir kebencian. entahlah. 

Masih banyak sekali faktor yang menyebabkan mendung berujung hujan.

Tapi ingat, mendung belum berarti hujan 
Statement ini saya dapatkan dari pengalaman seorang tuna paraplegia yang saya temui dalam sebuah acara. Awalnya ia diberikan kehidupan yang normal dan lancar hingga berumur 22 tahun sebelum ia mengalami kecelakaan yang menuntut kakinya harus diamputasi. Hatinya menjadi mendung dan tetap selalu mendung ketika menghadapi kenyataan bahwa ia tidak dapat berjalan kembali menggunakan kedua kaki yang biasanya ia gunakan dalam setiap harinya. Hingga pada akhirnya ia mendapatkan pencerahan ketika ia dibuatkan motor khusus untuk penyandang disabilitas, Dari mendung,berangsur-angsur mulai muncul suatu sinar cerah yang membuat ia memiliki suatu kekuatan. Kekuatan itu terbukti saat ia dengan berani mengendarai motor khususnya itu dari Jakarta menuju Bali seorang diri, dan sekarang ia menjadi seorang Outreach Officer di salah satu organisasi peduli disabilitas.  

Mendung memang belum berarti hujan, pengalaman pahit akan digantikan oleh pengalaman manis yang menjadi bermakna ketika kita memaknai pengalaman pahit tersebut sebagai sebuah pembelajaran. Tidak dapat dipungkiri bahwa memaknai suatu pengalaman pahit akan menimbulkan rasa sakit yang begitu mendalam, tetapi saat kita memaknai dengan pemikiran yang positif, maka rasa sakit itu akan berangsur menghilang. 

Mendung belum berarti hujan, segala hal yang dimaknai dengan hati akan selalu berakhir indah. 

Mendung belum berarti hujan, saat matahari pengharapan datang membawa sinar positiv untuk menerangi hari-hari yang sendu, 

keep positive 
let the sun bright your life and make the rain won't come 


Hewan, Si Pemilik Foto Candid Terbaik


Fotografi salah satu cara  memotret moment yang akan menjadikannya abadi. Ekspresi merupakan salah satu bagian dari seni ber"fotografi". Ekspresi dapat dibentuk, tergantung bagaimana fotografer melihat estetika dari foto yang akan ia buat. Ekspresi dapat dibentuk secara tidak sengaja oleh sang model dan secara sadar fotografer menangkap ekspresi tersebut. Kalau bahasa kekinian mengatakan bahwa hal ini disebut dengan foto candid.

Foto Candid. Ya, banyak orang tergila-gila melakukan foto candid. Mungkin karena foto candid akan terlihat lebih alami dibandingkan foto yang dibuat secara sadar.  Namun, foto candid yang diartikan pada masa sekarang ini menjadi mengarah kepada foto yang dibuat oleh si model itu sendiri. Contohnya, "fotoin aku dong, tapi aku maunya candid" 
hmmmm......... 

Sebagai seorang pencinta fotografi, saya memilih dan menetapkan hewan sebagai pemilik foto candid terbaik. Mengapa ? Karena ekspresi yang dimunculkan oleh hewan merupakan ekspresi yang alami. Ekspresi hewan tidak dapat diberi "agenda setting" layaknya manusia. Ekspresi terbaik yang dimunculkan hewan  bergantung kepada timing sang fotografer saat memotret hewan tersebut. 

Memotret hewan memang terlihat susah susah gampang. Fotografer harus mengamati tingkah laku dan segala sesuatu yang sedang dilakukan oleh hewan tersebut. Lalu mencari momen yang pas untuk mulai memotret ekspresi dari hewan tersebut. Kesulitan yang dihadapi adalah permasalahan Timing. yaa kelincahan fotografer untuk memotret tingkah laku dan ekspresi hewan diuji disini. 

Saya banyak belajar tentang memotret hewan melalui Youtube. Banyak channel YouTube yang menawarkan berbagai macam cara memotret hewan mulai dari hewan yang kecil-kecil sampai hewan buas yang menjadi arah sasaran wild life. Saya banyak belajar bagaimana memotret hewan salah satunya dari Tony Northrup melalui channel YouTube nya yang berjudul 

Tony & Chelsea LIVE: Macro Photography, St. Patrick's Day & BINGO  dapat dilihat https://www.youtube.com/watch?v=CV2IQ-hC5WM

Ada beberapa contoh ekspresi hewan yang pernah saya potret. Saya masih belajar dan terus belajar dalam menggunakan timing  dalam menangkap ekspresi hewan tersebut. Tidak hanya belajar menggunakan timing, tetapi juga belajar bagaimana teknik memotret hewan jika hewan itu berada di balik kaca, atau memotret hewan di kebun binatang, bahkan memotret hewan di alam bebas. 







Ekspresi kadal yang terkejut melihat banyaknya orang di balik kaca


Kupu-kupu yang sedang mencari sari bunga diambil dengan menggunakan lensa makro 


Timing yang pas ketika melihat sepasang kura-kura sedang kawin


Ekspresi orang utan  menggendong pisang yang diberikan oleh pengunjung, seakan ia menyayangi pisang tersebut. 


Ekspresi monyet di Pulau Kembang yang  menjulurkan lidah seakan sedang mengejek temannya


Ekspresi monyet kedua ini seakan sedang menunjukan kenikmatan dari kacang yang sedang dimakannya, 


Ekspresi anjing setelah mengambil tomat dan mengetahui bahwa tomat itu sudah busuk





Sang Mekanik



Museum Ambarawa didirikan sejak 6 Oktober 1976. Museum Ambarawa memiliki 21 koleksi lokomotif dan empat diantaranya masih dapat digunakan. Empat lokomotif yang masih dapat digunakan terdiri dari dua lokomotif uap dan dua lokomotif diesel. Lokomotif uap dijalankan menggunakan kayu jati serta batu bara, lalu pada tahun 1950-an diciptakan lokomotif diesel untuk menghemat biaya produksi. 



Museum Ambarawa memiliki kereta bergigi yang masih bisa berjalan pada kemiringan 30 derajat dan kereta ini masih bisa digunakan untuk mengantarkan pengunjung museum berwisata hingga stasiun Tuntang. Kereta-kereta yang berada di museum Ambarawa khususnya lokomotif uap merupakan kereta peninggalan Belanda. Lokomotif uap kini mulai menjadi barang antic sebab pabrik yang dahulu memproduksi sudah tidak memproduksi lagi, bahkan ada kemungkinan bahwa pabriknya sudah tutup.



Museum kereta api Ambarawa memiliki sesorang yang berjasa di balik lokomotif tua tersebut. Seorang mekanik otodidak berumur 60 tahun bernama Mr.Pudjiyono. Mr Pudjiyono adalah seorang mekanik otodidak yang bekerja merawat loko uap yang ada di museum kereta api Ambarawa. Pada tahun 1974, Mr. Pudjiyono pernah belajar di posdik untuk mempelajari lokomotif yang ada di Indonesia. Dengan kemampuan otodidaknya, Mr. Pudjiyono memiliki peran penting dalam museum Ambarawa yaitu menyehatkan, memperbaiki dan merawat lokomotif yang sudah rusak atau tidak terpakai lagi. Keahlian Mr. Pudjiyono dapat dilihat ketika ia membuat sendiri onderdil pengganti yang berada dalam lokomotif bila onderdil tersebut rusak dan tidak dapat dipakai lagi. Mr. Pudjiyono dapat menjalankan satu-satunya lokomotif yang berada di Indonesia dan  sudah tidak ada lagi negara lain. Prestasi yang telah Mr.Pudjiyono raih adalah menghidupkan kembali lokomotif uap yang telah mati sejak tahun 1977 hingga tahun 2012.  

Samalona Island, Pulau Milik Pribadi

Video ini akan mengantarkan kalian melihat indahnya Samalona Island


Samalona Island, pulau milik pribadi yang berada di Makasar Sulawesi Selatan . Pulau Samalona dimiliki oleh satu keluarga besar yang tinggal dan menetap di Makasar. Kepemilikan pulau ini berdasarkan suatu gen atau turunan dari para pendahulu. 

Perjalanan menuju Pulau Samalona dapat ditempuh menggunakan speedboat yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Waktu yang ditempuh untuk menyebrang ke pulau Samalona adalah 45 menit dari pelabuhan dengan harga sewa speedboat yaitu Rp 250.000. Pengendara speedboat yang sudah disewa akan menemani dan menunggu wisatawan selama melakukan rekreasi di pulau Samalona.

Warga Pulau Samalona mengembangkan pulau tersebut menjadi tempat wisata yang menyajikan berbagai macam keindahan dan berbagai macam water sport. Salah satunya ialah banana boat. Kondisi pulau Samalona yang masih sepi pengunjung ini menjadikan keasriannya masih terjaga. Air laut yang jernih ditambah dengan tidak adanya sampah semakin menambah keindahan pulau ini. 



Pulau Samalona memiliki keberagaman biota laut yang jarang bahkan tidak dimiliki oleh daerah lain. Banyak ikan cantik nan unik yang berada di dalamnya. kelestarian biota laut di Pulau Samalona sangat dijaga oleh penduduk sekitar. Mereka mengambil ikan menggunakan jaring untuk dibudidayakan hingga ikan-ikan berkembang biak. setelah ikan-ikan berkembang biak, ikan-ikan tersebut dikembalikan ke laut bersama dengan biota laut lainnya.

National Geographic Wild



Mimpi, semua orang memiliki mimpi akan suatu hal dalam hidupnya. Bahkan salah satu musisi Indonesia pernah menciptakan lagu berjudul Hidup Berawal Dari Mimpi dimana dalam lagu tersebut dikatakan mimpi dapat dicapai dengan adanya usaha. Berawal dari mimpi tersebut, Aku menetapkan sebuah impian dan cita-cita.

Aku memiliki hobi fotografi, ya hobi mainstream yang aku percayai dapat membantu ku mengejar mimpiku. Aku memiliki hobi fotografi ini sejak Aku duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar, dimana pada waktu itu papà membawakanku handycam Sony yang cukup besar untuk anak seukuranku. Melalui kamera tersebut papà mengajarkanku bagaimana merekam moment dengan menggunakan kamera. Mulai dari hal kecil bisa membuat Aku seakan jatuh cinta terhadap dunia fotografi. Dalam dunia fotografi pun Aku sangat mencintai foto dengan binatang sebagai modelnya. Banyak orang bertanya padaku "mengapa harus binatang?" dan Aku menjawab "Karena binatang memiliki ekspresi yang paling jujur"

National Geographic Wild
Mimpi, fotografi, dan binatanglah yang membuatku menentukan pilihan untuk menjatuhkan hati disini. Aku memiliki impian yang besar untuk menjadi fotografer di National Geographic Wild. Mengapa harus National Geographic sedangkan banyak "channel" yang menawarkan program wild di dalamnya?  Hmmmm pertanyaan itu sudah sering Aku dengarkan. Mengapa National Geographic? Karena menurutku National Geographic merupakan sebuah perusahaan yang konsistent dengan apa yang mereka geluti. Mereka melakukan konservasi dan perlindungan terhadap binatang-binatang yang akan punah, tidak hanya itu Aku sangat suka petualangan dan national Geographic menawarkan petualangan itu. Menurutku, bekerja sebagai fotografer di National Geographic Wild membutuhkan banyak tantangan, dan Aku sangat suka tantangan. That's why I choose National Geographic Wild for my future career.

Xo,

Yovita Amalia