Hai Kamu, Terimakasih !

Terkadang seseorang yang ada saat ini hanya sebagai perantara kita menuju masa depan, bukan menjadi masa depan.



Hai kamu, terimakasih telah datang mengisi hari-hariku dengan semua candaan, senyuman, bahkan sapaan yang aku belum pernah menemukannya dengan orang lain. Terimakasih telah menjadi seseorang yang selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan semua keluh kesahku setiap hari. Kamu adalah salah satu orang yang banyak mengajarkanku arti hidup, arti berjuang, dan arti bertahan. "Aku yakin kamu bisa melakukan dan mengejar semua mimpimu", katamu di ujung telepon malam itu. Terimakasih telah mengajarkan bagaimana menjadi seseorang yang berguna dalam hidup. 

Aku tak pernah ingat sejak kapan kamu datang mengisi hari-hariku. Sebelum ada kamu, hari-hariku kelabu. Namun, setelah ada kamu hari-hari ku berwarna seperti lampu-lampu yang menyala di malam hari di sudut kota Jogja. Kamu datang membawa pengharapan baru bagi hidupku. Semangat yang selalu hadir dalam dirimu seakan tersalurkan dalam hidupku. 

Banyak sekali cerita yang kau bagikan kepada ku. Banyak pengalaman hidupmu yang berharga yang kau ceritakan padaku. Hingga kau ingin aku juga mendapatkan pengalaman yang sama denganmu. Kau ingin aku merasakan indahnya hidup dengan melakukan banyak hal sebelum akhirnya harus berhenti dan menceritakannya pada Bapa di Surga. 

Namun, salah satu ceritamu yang membuatku terasa sakit adalah saat kamu menceritakan dia, Ya, dia yang telah bersama mu selama 6 tahun belakangan ini. Kamu selalu menceritakan dia, ya dia yang membuatmu meragu akan segala keputusan. Dia yang akan bersanding dengan mu di hadapan Tuhan dan umat dalam waktu yang tidak lama lagi. Dia yang sudah lebih dulu mengisi hatimu. "maaf ya, aku sudah masuk ke dalam kehidupanmu dengan jalan yang seperti ini", katamu di depan rumahku. Bukan, ini bukan salahmu. Ini salahku. Ya, salahku yang telah memberikan mu ruang di hati ku yang sebenarnya aku tau dan aku mengerti bahwa dirimu bukan untukku.

Terimakasih kamu, yang telah menjadikan ku sebagai adik perempuan yang bisa selalu menghiburmu. Aku sangat bahagia ketika aku dapat menyediakan telingaku untuk mendengar ceritamu. Aku sangat bangga ketika aku dapat menyediakan kaki ku untuk berjalan menemani mu kemanapun kau mau saat kau membutuhkan inspirasi. Aku sangat bersyukur karena aku dapat merelakan mu  berbahagia bersamanya dengan mengatakan "Aku akan menjadi tamu yang paling cantik di pesta pernikahan mu esok, karena aku tidak akan melewatkan hari paling berharga di hidupku. Melihat seorang kakak tersayang berbahagia dengan seorang yang telah dipilih untuk menua bersama mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga". 

Aku berterimakasih kepada Tuhan karena aku telah menjadikannya seseorang yang selalu ku sebut dalam doa. Walau ternyata bagi Tuhan kita hanyalah dua orang yang dipertemukan untuk saling menemukan yang lain. Terimakasih dari aku adik yang paling berbahagia :)