Photo: Yovita Amalia
Banyak faktor yang bisa membuat hati mendung, seperti putus cinta ataupun ditolak oleh seseorang yang kita cinta. Setiap orang pasti pernah mengalami hal ini. Dan biasanya setelah mengalami hal ini, mendung yang dialami seakan berangsur lama melebihi musim hujan yang biasanya terjadi. Hujan yang diturunkan biasanya keluar dari batas wajar. Tapi hal tersebut dapat dikatakan sebagai hal yang wajar,
Faktor kedua yang membuat hati mendung adalah ketika tidak diterima di sekolah atau perguruan tinggi atau tempat-tempat yang diingini untuk mendapatkan suatu ilmu. Hal ini juga wajar dialami oleh banyak orang. Bahkan orang-orang berkemampuan berlebih dan memiliki keberuntungan tinggi pun pernah merasakan hal ini.
Faktor ketiga yang membuat hati mendung adalah menjadi bahan bully di kalangan pertemanan. Akan berbeda rasanya jika yang menjadi bahan bully itu menganggap semuanya sebagai lelucon, dengan yang menganggap hal tersebut menjadi sesuatu yang serius. Sebagai seorang yang di bully di kalangan pertemanannya, hatinya akan selalu mendung karena mengetahui banyak orang yang seakan tidak menginginkan kehadirannya dalam kelompok tersebut, selain itu orang yang di bully akan selalu merasakan tidak adanya keberpihakan kepada dirinya yang menyebabkan turunnya hujan dalam dirinya, entah hujan itu berupa hujan amarah atau akan bertambah dengan petir kebencian. entahlah.
Masih banyak sekali faktor yang menyebabkan mendung berujung hujan.
Tapi ingat, mendung belum berarti hujan
Statement ini saya dapatkan dari pengalaman seorang tuna paraplegia yang saya temui dalam sebuah acara. Awalnya ia diberikan kehidupan yang normal dan lancar hingga berumur 22 tahun sebelum ia mengalami kecelakaan yang menuntut kakinya harus diamputasi. Hatinya menjadi mendung dan tetap selalu mendung ketika menghadapi kenyataan bahwa ia tidak dapat berjalan kembali menggunakan kedua kaki yang biasanya ia gunakan dalam setiap harinya. Hingga pada akhirnya ia mendapatkan pencerahan ketika ia dibuatkan motor khusus untuk penyandang disabilitas, Dari mendung,berangsur-angsur mulai muncul suatu sinar cerah yang membuat ia memiliki suatu kekuatan. Kekuatan itu terbukti saat ia dengan berani mengendarai motor khususnya itu dari Jakarta menuju Bali seorang diri, dan sekarang ia menjadi seorang Outreach Officer di salah satu organisasi peduli disabilitas.
Mendung memang belum berarti hujan, pengalaman pahit akan digantikan oleh pengalaman manis yang menjadi bermakna ketika kita memaknai pengalaman pahit tersebut sebagai sebuah pembelajaran. Tidak dapat dipungkiri bahwa memaknai suatu pengalaman pahit akan menimbulkan rasa sakit yang begitu mendalam, tetapi saat kita memaknai dengan pemikiran yang positif, maka rasa sakit itu akan berangsur menghilang.
Mendung belum berarti hujan, segala hal yang dimaknai dengan hati akan selalu berakhir indah.
Mendung belum berarti hujan, saat matahari pengharapan datang membawa sinar positiv untuk menerangi hari-hari yang sendu,
keep positive
let the sun bright your life and make the rain won't come




