Mendung, Belum Berarti Hujan !


Mendung, orang akan sealu menganggap mendung adalah pertanda akan turunnya hujan. Semakin gelapnya langit akan semakin deras hujan yang turun. Banyak orang juga sering mengibaratkan mendung sebagai suasana hati yang galau, gloomy, unmood. Dan akibat dari hati yang mendung adalah turunnya hujan air mata. Semua orang pasti pernah merasakan mendung.

Banyak faktor yang bisa membuat hati mendung, seperti putus cinta ataupun ditolak oleh seseorang yang kita cinta. Setiap orang pasti pernah mengalami hal ini. Dan biasanya setelah mengalami hal ini, mendung yang dialami seakan berangsur lama melebihi musim hujan yang biasanya terjadi. Hujan yang diturunkan biasanya keluar dari batas wajar. Tapi hal tersebut dapat dikatakan sebagai hal yang wajar, 

Faktor kedua yang membuat hati mendung adalah ketika tidak diterima di sekolah atau perguruan tinggi atau tempat-tempat yang diingini untuk mendapatkan suatu ilmu. Hal ini juga wajar dialami oleh banyak orang. Bahkan orang-orang berkemampuan berlebih  dan memiliki keberuntungan tinggi pun pernah merasakan hal ini. 

Faktor ketiga yang membuat hati mendung adalah menjadi bahan bully di kalangan pertemanan. Akan berbeda rasanya jika yang menjadi bahan bully itu menganggap semuanya sebagai lelucon, dengan yang menganggap hal tersebut menjadi sesuatu yang serius. Sebagai seorang yang di bully di kalangan pertemanannya, hatinya akan selalu mendung karena mengetahui banyak orang yang seakan tidak menginginkan kehadirannya dalam kelompok tersebut, selain itu orang yang di bully akan selalu merasakan tidak adanya keberpihakan kepada dirinya yang menyebabkan turunnya hujan dalam dirinya, entah hujan itu berupa hujan amarah atau akan bertambah dengan petir kebencian. entahlah. 

Masih banyak sekali faktor yang menyebabkan mendung berujung hujan.

Tapi ingat, mendung belum berarti hujan 
Statement ini saya dapatkan dari pengalaman seorang tuna paraplegia yang saya temui dalam sebuah acara. Awalnya ia diberikan kehidupan yang normal dan lancar hingga berumur 22 tahun sebelum ia mengalami kecelakaan yang menuntut kakinya harus diamputasi. Hatinya menjadi mendung dan tetap selalu mendung ketika menghadapi kenyataan bahwa ia tidak dapat berjalan kembali menggunakan kedua kaki yang biasanya ia gunakan dalam setiap harinya. Hingga pada akhirnya ia mendapatkan pencerahan ketika ia dibuatkan motor khusus untuk penyandang disabilitas, Dari mendung,berangsur-angsur mulai muncul suatu sinar cerah yang membuat ia memiliki suatu kekuatan. Kekuatan itu terbukti saat ia dengan berani mengendarai motor khususnya itu dari Jakarta menuju Bali seorang diri, dan sekarang ia menjadi seorang Outreach Officer di salah satu organisasi peduli disabilitas.  

Mendung memang belum berarti hujan, pengalaman pahit akan digantikan oleh pengalaman manis yang menjadi bermakna ketika kita memaknai pengalaman pahit tersebut sebagai sebuah pembelajaran. Tidak dapat dipungkiri bahwa memaknai suatu pengalaman pahit akan menimbulkan rasa sakit yang begitu mendalam, tetapi saat kita memaknai dengan pemikiran yang positif, maka rasa sakit itu akan berangsur menghilang. 

Mendung belum berarti hujan, segala hal yang dimaknai dengan hati akan selalu berakhir indah. 

Mendung belum berarti hujan, saat matahari pengharapan datang membawa sinar positiv untuk menerangi hari-hari yang sendu, 

keep positive 
let the sun bright your life and make the rain won't come 


Hewan, Si Pemilik Foto Candid Terbaik


Fotografi salah satu cara  memotret moment yang akan menjadikannya abadi. Ekspresi merupakan salah satu bagian dari seni ber"fotografi". Ekspresi dapat dibentuk, tergantung bagaimana fotografer melihat estetika dari foto yang akan ia buat. Ekspresi dapat dibentuk secara tidak sengaja oleh sang model dan secara sadar fotografer menangkap ekspresi tersebut. Kalau bahasa kekinian mengatakan bahwa hal ini disebut dengan foto candid.

Foto Candid. Ya, banyak orang tergila-gila melakukan foto candid. Mungkin karena foto candid akan terlihat lebih alami dibandingkan foto yang dibuat secara sadar.  Namun, foto candid yang diartikan pada masa sekarang ini menjadi mengarah kepada foto yang dibuat oleh si model itu sendiri. Contohnya, "fotoin aku dong, tapi aku maunya candid" 
hmmmm......... 

Sebagai seorang pencinta fotografi, saya memilih dan menetapkan hewan sebagai pemilik foto candid terbaik. Mengapa ? Karena ekspresi yang dimunculkan oleh hewan merupakan ekspresi yang alami. Ekspresi hewan tidak dapat diberi "agenda setting" layaknya manusia. Ekspresi terbaik yang dimunculkan hewan  bergantung kepada timing sang fotografer saat memotret hewan tersebut. 

Memotret hewan memang terlihat susah susah gampang. Fotografer harus mengamati tingkah laku dan segala sesuatu yang sedang dilakukan oleh hewan tersebut. Lalu mencari momen yang pas untuk mulai memotret ekspresi dari hewan tersebut. Kesulitan yang dihadapi adalah permasalahan Timing. yaa kelincahan fotografer untuk memotret tingkah laku dan ekspresi hewan diuji disini. 

Saya banyak belajar tentang memotret hewan melalui Youtube. Banyak channel YouTube yang menawarkan berbagai macam cara memotret hewan mulai dari hewan yang kecil-kecil sampai hewan buas yang menjadi arah sasaran wild life. Saya banyak belajar bagaimana memotret hewan salah satunya dari Tony Northrup melalui channel YouTube nya yang berjudul 

Tony & Chelsea LIVE: Macro Photography, St. Patrick's Day & BINGO  dapat dilihat https://www.youtube.com/watch?v=CV2IQ-hC5WM

Ada beberapa contoh ekspresi hewan yang pernah saya potret. Saya masih belajar dan terus belajar dalam menggunakan timing  dalam menangkap ekspresi hewan tersebut. Tidak hanya belajar menggunakan timing, tetapi juga belajar bagaimana teknik memotret hewan jika hewan itu berada di balik kaca, atau memotret hewan di kebun binatang, bahkan memotret hewan di alam bebas. 







Ekspresi kadal yang terkejut melihat banyaknya orang di balik kaca


Kupu-kupu yang sedang mencari sari bunga diambil dengan menggunakan lensa makro 


Timing yang pas ketika melihat sepasang kura-kura sedang kawin


Ekspresi orang utan  menggendong pisang yang diberikan oleh pengunjung, seakan ia menyayangi pisang tersebut. 


Ekspresi monyet di Pulau Kembang yang  menjulurkan lidah seakan sedang mengejek temannya


Ekspresi monyet kedua ini seakan sedang menunjukan kenikmatan dari kacang yang sedang dimakannya, 


Ekspresi anjing setelah mengambil tomat dan mengetahui bahwa tomat itu sudah busuk