Teruntuk Aku yang Sedang Belajar

"So teach us something worth knowing,
Bring us back what we've forgot,
Just do your best, we'll do the rest,
And learn until our brains all rot..."


― Harry Potter and the Sorcerer's Stone

Belajar dari hidup. Belajar dari orang lain. Belajar dari pengalaman. Belajar dari diri sendiri. Itulah beberapa hal yang sangat susah untuk aku lakukan dalam beberapa tahun terakhir perjalanan hidupku. Mengapa susah ? Padahal aku hanya diinginkan untuk "belajar".

Belajar itu susah. Iya, susah karena harus masuk ke dalam suatu hal yang tak pernah aku tahu sebelumnya, kemudian harus memahaminya, lalu menerimanya. Rasa malas untuk belajar sering menghantui kehidupan ku. Rasa itu dinamakan "terbiasa". Ya, semua yang aku lakukan adalah suatu hal yang sering, sehingga membuatku malas untuk heran akan sesuatu atau belajar dari sesuatu yang baru. Ibarat sebuah pertunjukan sulap, aku adalah bagian kecil yang berada di dalam bulu-bulu halus seekor kelinci yang keluar dari topi pesulap. Aku seakan telah nyaman dengan kehangatan yang ada di dalam bulu-bulu halus kelinci kecil tersebut. Aku seakan malas memanjat bulu-bulu tersebut untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di luarnya. Apa yang aku lakukan seolah-olah karena aku telah terbiasa dengan semuanya. Aku malas untuk melakukan segala sesuatu yang tidak pernah aku coba sebelumnya. Malas untuk melakukan segala hal yang aku tidak biasa. Hal ini menyebabkan aku selalu berpikir bahwa semua hal yang dilakukan oleh orang-orang disekitar ku adalah hasil dari "terbiasa" yang berujung "maklum". 

Berawal dari "terbiasa", mulailah muncul pertanyaan "jika semua muncul karena terbiasa, siapakah aku ini ? apakah aku akan sama dengan orang-orang yang selalu melakukan hal karena terbiasa? Jika ya, mengapa aku disini ? untuk apa ?" 

Pertanyaan yang selalu muncul menggelitik pikiran di tengah malam. Pertanyaan "siapakah aku ini" bukan sekedar pertanyaan yang dapat dijawab hanya dengan mengucapkan sebuah nama yang diberikan orang tua kita atau siapapun pada saat kita lahir. Pertanyaan "mengapa aku disini" bukan sekedar  pertanyaan yang dapat dijawab hanya dengan me'dikte' aktivitas sehari-hari. Kedua pertanyaan tersebut sangat susah  untuk aku jawab pada saat ini. 

Namun, berawal dari kedua pertanyaan tersebut aku belajar untuk memahami hidup. Ya, di dalam diri manusia aku percaya terdapat dua kepribadian, "light and dark side". Aku memahami dua kepribadian itu secara positif. Tak selamanya light side membawamu ke dalam kehidupan yang "positif". Tak selamanya light side menjadi sesuatu yang me"malaikat"kan mu. Terkadang light side bisa menjadikanmu sebagai bahan pergunjingan. Terlihat terlalu baik terkadang akan menjadikan orang lain memandang negatif kepribadian kita. Begitu pula pada dark side kepribadian manusia. Tak selamanya dark side dipandang sebagai sesuatu yang negatif yang terdapat dalam diri manusia. Terkadang kita sebagai manusia harus menggunakan dark side kita dalam situasi tertentu untuk mengungkap suatu hal yang menyangkut kehidupan orang banyak. Menurutku licik untuk sesuatu yang positif adalah hal yang wajar asal tidak merugikan orang lain. 

Belajar itu susah. Sangat susah. Belajar itu susah tetapi tidak membuang waktu. Waktu tetap sama. Hanya hal di dalamnya saja yang berbeda. Mengapa berbeda ? Karena belajar. Waktu akan berputar terus menerus tanpa henti. Waktu itu sama dari hari ke hari. Belajar membuat waktu itu seakan memiliki perubahan dari waktu ke waktu. Belajar itu absurd. Belajar itu susah. Apalagi belajar memahami orang lain. Belajar memahami diri sendiri saja susah. 

Namun jawaban dari "siapakah aku ini" dan "untuk apa aku disini" hanya dapat dijawab dengan "belajar".
Belajar untuk mencari tahu siapa aku sebenarnya dan belajar untuk mengerti tujuan keberadaan ku di sini, di dunia ini. 
Aku hanya bisa mencari tahu siapa aku ini dan untuk apa aku disini hanya dengan belajar. 

Entahlah. Aku tidak mengerti definisi belajar itu apa.

Setidaknya aku sedang belajar.

Belajar memahami aku.

Belajar memahami kamu.

Belajar memahami waktu.

Belajar memahami arti belajar ini.