Kau tahu,
Aku benci menunggu,
Tapi untuk kau,
Aku bersahabat dengan waktu.
Aku tak pernah tau kapan waktu yang tepat itu datang, kecuali aku mendatangimu dan mengubah kedatangan waktu yang "tepat" itu. Sampai pada akhirnya aku menyadari banyak orang datang ke dalam diriku dalam waktu yang tidak tepat atau aku terlalu sibuk menunggu waktu yang tepat itu.
Berbicara mengenai waktu merupakan satu hal yang rumit. Waktu itu sulit ditebak. Kita tidak bisa bermain dengan waktu. Tidak bisa meminta waktu untuk berjalan cepat, apalagi berjalan lambat. Waktu menyimpan seluruh jawaban akan satu hal yang tidak pasti, namun aku selalu menunggu waktu untuk menjawab segala hal yang tidak pasti itu. Detik demi detik. Menit demi menit. Jam demi jam. Hingga pada akhirnya tahun demi tahun. Waktu yang tepat itu tidak datang.
Pada ahirnya tanggal 24 September 2016, aku merasa waktu yang tepat itu datang. Atau ini hanyalah perasaan ku saja ? Pertemuan dengan seseorang yang kudambakan selama 11 tahun itu terjadi. Kejutan akan seseorang yang aku tidak pernah tau kapan dia datang dan dihadirkan untuk ku. Saat waktu yang tepat itu terjadi, aku merasa bahwa aku tidak pernah melakukan apapun saat menunggu waktu yang tepat itu datang. Sampai pada akhirnya seseorang yang aku dampakan selama 11 tahun itu datang kembali. Di waktu yang tepat.
Pernikahan, menjadi salah satu momen yang tepat untuk pertemuan. Sama seperti 6 tahun lalu, pertemuan terakhir sebelum hari itu. Aku tidak pernah tau kapan seseorang itu datang. Dan pada saat dia datang berdiri di depan ku, aku merasa waktu seakan berhenti sejenak. Tuhan seakan membiarkan ku melepas rindu pada seseorang yang sangat ku dampakan kehadirannya.
Dia tidak berubah, masih sama seperti yang dulu. Waktu tidak merubahnya. Waktu membiarkannya menjadi seseorang yang sama. Sama seperti dulu. Masih tampak terlihat lucu, manis, dan menyenangkan. Waktu seakan memilih untuk menjaga dia untuk tidak berubah. Aneh memang, tapi menyenangkan.
Kehadirannya kala itu benar-benar menjawab segala pertanyaan di benak. Dia membuat ku yakin akan sesuatu hal yang aku sendiri tidak mengerti kebenarannya. Dia datang seakan membuatku percaya akan kekuatan waktu. Dia seakan menginginkanku untuk tetap percaya pada waktu. Waktu yang akan mempertemukan kami di keadaan selanjutnya. Waktu yang akan menjadikan segalanya menjadi seperti apa yang ku ingini.
Melalui waktu dan penantian, aku yakin Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang indah untuk hidupku. Melalu orang itu, aku yakin Tuhan memberikan secarik pesan untuk disampaikan. Pesan yang mengantarkan ku untk lebih memahami tentang hidup. Pesan yang berujung kebahagiaan.
Sembari menunggu waktu yang tepat itu datang kembali, aku melangkah mempersiapkan pertemuan selanjutnya dengan penuh kebahagiaan. Aku yakin saat waktu yang tepat itu datang, kebahagiaan lah yang akan di dapat.
"Kalau kau percaya takdir, aminkan dalam hati, kita bertemu suatu hari nanti." Terimakasih waktu telah mempertemukan. Semoga pertemuan selanjutnya berujung selamanya ~
Dan disini, aku masih tetap menunggu dengan percaya, untuk waktu, untuk pertemuan, untuk kita.









INSTAGRAM
ARCHIVE
The Electronic Album
Melihat fotografi dalam berbagai macam sudut pandang.